bisnis paling gratis

Cari

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Januari 2010

Cara Berfikir Jutawan

Pernahkah anda memikirkan mengapa seseorang bisa menjadi milyuner sementara banyak orang lainnya tidak?
Apa sebenarnya yang membedakan antara para milyuner dengan orang-orang kebanyakan? Dalam posting kali ini, saya akan ungkap perbedaannya dari sisi cara berpikir. Para milyuner memiliki cara berpikir yang lain dari orang kebanyakan.
Saya berikan sebuah contoh terlebih dahulu…
Waktu lebaran, ketupat yang ada di meja makan bagi orang kebanyakan tidak lebih sebagai makanan yang lezat disantap. Sementara di otak seorang milyuner, yang muncul adalah “maukah orang-orang menukarkan uangnya dengan ketupat ini?”
Tidak cukup di sana, rangkaian pertanyaan dari otak milyuner akan berlanjut:
  • Bagaimana proses membuatnya?
  • Apa saja investasi yang diperlukan?
  • Berapa biayanya?
  • Berapa lama produk anda itu bisa bertahan?
  • Dimana bisa dijual?
  • Bagaimana iklim kompetisinya?
  • Bisakah dibuat produk tambahannya?
  • Berapa biayanya?
  • Bagaimana cara memulainya?
  • dan seterusnya
Itulah beberapa pertanyaan yang muncul dari kepala para milyuner yang membedakan dengan kepala kebanyakan orang. Pertanyaan-pertanyaan yang langsung menuju sasaran, efektif, dan potensial mendatangkan uang.
Mungkin ada yang ragu apakah anda juga bisa berpikir seperti milyuner. “Saya kan orang biasa saja,” mungkin itu alasan anda.
Namun mari jangan rendahkan diri anda sendiri. Setiap orang dianugerahi pikiran yang luar biasa. Bedanya hanya tidak setiap orang melatih pikirannya seperti para milyuner.
Anda bisa mulai dari sekarang untuk melatih anugerah dari Tuhan ini. Sedikit demi sedikit usaha yang anda lakukan, pasti berdampak dramatis terhadap kehidupan anda selanjutnya.
Mulailah berjanji untuk berlatih cara berpikir para milyuner. Serta jangan lupa tingkatkan selalu kemampuan anda untuk meng-ACTION-kan ide-ide yang anda miliki. Uletlah berusaha seperti kisah seorang Sam dalam blog Pak Joko Santoso. Dalam beberapa waktu ke depan, anda akan tercengang atas perubahan yang terjadi pada anda.
Namun ketika anda mulai menapak jalur kesuksesan itu, anda harus memiliki mental yang kuat. Sebab “angin”-nya makin kencang. Biasanya ada saja orang yang tidak suka dengan keberhasilan seseorang. Karena mereka mungkin menganggap diri mereka lebih pintar dari pada anda, tapi mereka tidak bisa seberhasil anda.
Kritikan yang mereka lontarkan bukan untuk mendorong anda naik ke level lebih tinggi lagi, tapi untuk menjatuhkan anda. Anda tentu bisa membedakan mana kritikan yang positif dan sebaliknya yang memang bertujuan negatif. Saat itulah anda harus belajar menangani orang-orang semacam itu.
Tapi hal paling penting pertama adalah anda harus berhasil terlebih dahulu. Berikut ini saya sampaikan juga ciri-ciri pikiran para milyuner yang bisa anda tiru:
  1. Begitu ada produk baru, orang kebanyakan berpikir ingin memilikinya. Sedang para pebisnis atau pengusaha bertanya,”Bagaimana saya bisa membuat produk yang mirip untuk bisnis saya?” Atau “bagaimana kelebihan produk itu bisa diterapkan dalam produk saya?”.
    Atau secara singkat, orang kebanyakan bersikap konsumtif, sedang pebisnis produktif.
  2. Orang kebanyakan alergi terhadap perubahan. Sedang pikiran para milyuner mengakrabinya. Perubahan adalah kawan dekat.
  3. Orang kebanyakan menerima sesuatu seperti apa adanya. Sebaliknya pikiran milyuner selalu mencari cara bagaimana membuat sesuatu lebih baik lagi.
  4. Orang kebanyakan bersikap reaktif, sedang para milyuner bersikap proaktif.
  5. Orang kebanyakan menyangka kalau kesuksesan yang diraih seseorang lebih dikarenakan keberuntungan. Sedang milyuner mencari tahu “mengapa mereka bisa sukses?” dan “bagaimana mereka juga bisa melakukannya?”.
Anda bisa mulai berlatih menjadi para milyuner dengan menerapkan cara berpikir di atas dalam kehidupan anda sehari-hari. Menjadikannya sebuah kebiasaan yang akan mengubah masa depan hidup anda jauh lebih baik.
Salam ACTION!

Lanjut Baca

Kamis, 21 Januari 2010

5 Motivasi Kerja Orang Jepang

Kita tahu jepang menjadi salah negara sukses di asia dan dunia. Pada artikel kali ini bintang akan membahas motivasi kerja apa saja sih yang membuat kebanyakan orang disana sukses.Mungkin banyak faktor yang membuat semua itu terjadi.
Tapi bintang sendiri yakin motivasi dibawah inilah, yang membuat kebanyakan masyarakat jepang hidup makmur seperti sekarang ini :
1. Kerja Keras
Tentu ini motivasi yang patus kita contoh! Sama seperti kebanyakan orang-orang di Asia Timur. Mereka menjadi pekerja keras dalam hidupnya.
Kata mutiara motivasi : Di dunia ini tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah kita kurang bekerja keras.
2. Pantang Menyerah
Masyarakat jepang untuk ini benar-benar membuktikannya. Dulu mereka setelah porak-poranda akbiat perang dunia ke II. Hanya membutuhkan waktu tidak lama untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dunia.
Pesan Motivasi : Menyerahlah jika peluang benar-benar sudah habis. Tapi selagi masih ada satu harapan, Raihlah dengan kerja keras dan anda pasti SUKSES.
3. Menjaga Kehormatan
Jika kamu sering melihat film atau mungkin mengikuti artikel berita di TV, sesekali pasti mendengar istilah Harakiri yaitu bunuh diri dengan menusukkan pedang ke perut. Itu dilakukan oleh masyarakat disana karena mereka tahu malu.
Masih ingat Menteri Kesehatan Jepang yang mengundurkan diri karena melakukan kesalahan. Atau pejabat yang akhirnya bunuh diri karena telah melakukan korupsi. Atau  pelajar yang bunuh diri karena nilainya jelek. Dan menjadikan orang jepang menjadi nomer satu dalam kasus bunuh diri.
Tapi ingat BAIK-BAIK artikel ini tidak memerintahkan anda bunuh diri jika membuat orang lain susah. Pesan Motivasi yang bisa kita raih adalah “Tahu Malulah”, dan kemudian intropeksi diri berbuat lebih baik lagi
4. Rajin Membaca
Membaca seperti menjadi sebuah budaya di Jepang. Bukanlah hal yang aneh melihat orang bejalan sambil membaca.Atau saat anda masuk ke kereta listrik, disana bisa dilihat banyak orang yang membaca.
Banyak-banyaklah membaca artikel, apalagi sekarang sudah zaman internet anda bisa mendapatkan artikel tentang berbagai hal mulai dari komputer, motivasi, sejarah, ekonomi dsb. Karena dengan lebih banyak mengetahui informasi dibanding lawan, anda sudah lebih dekat ke tujuan.
5. Menjaga Tradisi
Motivasi yang ini patut kita contoh. Mengapa? bayangkan saja dengan kemajuan tekhnologi dan ekonomi. Mereka tetap tidak meninggalkan tradisi. Bahkan bintang pernah menonton berita yang memperlihatkan “Laptop dikasih jampi-jampi supaya tidak terkena masalah”.
Entah sekarang anda saat ini kerja atau sedang belajar. Gunakanlah artikel sukses dari orang jepang diatas untuk dijadikan motivasi. Kobarkan SEMANGAT anda, karena sukses adalah HAK setiap orang bagi yang mau menerimanya.

Lanjut Baca

bagian Dari Solusi

Kita sering mendengar ucapan, “Kekuatan rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah.” Membawa metafor ini ke dalam tim, orang menyimpulkan, “Kekuatan tim kita ditentukan oleh anggota tim yang paling lemah!” Maafkan kekasaran saya, tapi itu benar-benar omong kosong; dan sebaiknya buang saja itu sampah!

Mengenai sambungan mata rantai, mudah dipahami gambaran dan logikanya. Kalau ada sekian banyak mata rantai yang masing-masing kuat menanggung beban satu ton disambung-sambung, tapi di antara sambungan itu ada mata rantai yang hanya kuat menanggung beban setengah ton, rangkaian mata rantai itu secara keseluruhan hanya akan kuat mengangkat beban setengah ton. Dengan beban satu ton, rantai itu akan putus, persis pada sambungan mata rantai yang memang hanya kuat mengangkat beban setengah ton.

Itu masuk akal. Juga mudah dipahami, karena pertemuan semua mata rantai yang sambung menyambung tersebut hanya merupakan pertemuan fisik yang sama sekali tidak memunculkan sinergi. Bahkan cara menyambungnya hingga membentuk rantai itu adalah sedemikian sehingga masing-masing mata rantai hanya menambah panjang, tapi juga sekaligus membebani dan tidak menambah kekuatan yang lain.

Sebaliknya, bila terjadi sinergi, pertemuan fisik di antara mata rantai itu akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Coba bayangkan skenario berikut ini. Ada sepuluh mata rantai. Sembilan di antaranya masing-masing kuat mengangkat beban satu ton, dan hanya satu di antaranya kuat dibebani setengah ton. Sambungan tidak dilakukan secara berentengan membentuk rantai, tapi disatukan seperti orang memakai gelang pada tangan yang sama. Karena besarnya sama, sambungan itu akan menyerupai tabung. Saya yakin, rentengan mata rantai yang menyerupai tabung itu kuat mengangkat paling tidak sembilan setengah ton. Kalau sambungan itu dilas, saya amat yakin dia akan bisa mengangkat belasan ton. Entah berapa persisnya, yang pasti akan kuat mengangkat lebih dari sembilan setengah ton, karena penyatuan dengan las itu akan menciptakan sinergi yang lebih hebat daripada sekadar diombyokkan bersama. Orang fisika akan bisa menentukan besaran kapasitasnya dengan lebih persis.

Dengan ini saya mau menyanggah petuah yang sering secara salah kaprah disampaikan dalam suatu meeting di kantor, atau dalam suatu training outbound. Pada kesempatan seperti itu sering dikatakan secara gegabah bahwa kekuatan tim kita ditentukan oleh anggota tim yang paling lemah. Andai salah kaprah itu benar, berarti tak akan Indonesia maju karena ada sekian banyak orang lemah di negara kita. Ada banyak yang lemah moral, sehingga korupsi kita tertinggi. Ada yang lemah fisik, ada yang lemah mental, ada yang lemah ekonomi, ada yang lemah politik; ada yang lemah karakter; ada yang lemah pendidikan, ada yang lemah jiwa di hadapan godaan syahwat, dan ada yang lemah entah apa lagi. Andai memang salah kaprah itu benar, pastilah kita sudah bubar. Tak akan ada harapan perbaikan, karena kekuatan kita akan ditentukan oleh yang lemah-lemah itu tadi. Tapi kenapa kita mau repot untuk terus berjuang ke arah yang lebih baik? Karena kita yakin bahwa masing-masing yang tidak sempurna ini, kalau mau, bisa menciptakan sinergi yang luar biasa untuk mengatasi persoalan kita.

Kumpulan orang tidak pernah terjadi hanya dalam tataran fisik belaka. Bahkan di antara orang-orang yang tidak saling kenal pun, tidak pernah ada kerumunan orang yang hanya bersifat kumpulan fisik semata. Ada emosi, sikap, karakter, ungkapan pikiran dan perilaku yang saling pengaruh, entah disadari atau tidak. Kekuatan kumpulan suporter bonek di stadion sepak bola tidak ditentukan oleh orang paling lemah di antara mereka.

Kalau kumpulan kacau tak berbentuk di antara orang-orang yang bahkan tak saling kenal saja bisa sehebat sebagaimana huru-hara yang sering terjadi ketika ada pertandingan sepak bola, apalagi tim. Di dalam tim yang bersinergi secara positif, orang-orang saling bisa menutupi kelemahan sesamanya. Akibatnya, mereka dapat menciptakan kekuatan dahsyat untuk meraih cita-cita bersama. Karena itu mereka menggambarkan sinergi positif sebagai 1 + 1 + 1 = 5, 10, 15 atau lebih, entah berapa.

Sebaliknya, kalau sinergi mereka payah, apalagi kalau negatif, orang-orang terbaik yang berkumpul di satu tim yang sama itu bisa saling cakar-cakaran, meniadakan kekuatan sesamanya, dan memperbesar kelemahan masing-masing, dengan hasil nol, kalau bukannya malah negatif. Artinya, kontra-produktif dari tujuan penciptaan tim itu.

Saya amat senang membaca The Greatness Guide, buku kedua, karya Robin Sharma. Refleksinya singkat-singkat tapi dalam dan inspiratif. Tapi kali ini saya tak setuju dengannya ketika dia katakan, “Your tim will never be greater than you are (even if you are not the team leader) … You set the standard to which you all can rise.” Keblinger! Anda memang mempengaruhi tim, tetapi tidak secara keseluruhan. Anda yang luar biasa tidak serta merta menentukan kehebatan tim Anda kalau sinergi di antara anggota payah. Sebaliknya, Anda yang payah tidak akan membuat tim parah kalau anggota lain bersinergi secara positif dan benar. Tim bisa jauh lebih dahsyat daripada masing-masing anggotanya secara individual. Bahkan, tim bisa lebih dahsyat daripada penjumlahan kekuatan anggota tim. Sebaliknya, tim dari orang-orang hebat bisa jauh lebih payah daripada orang per orangannya kalau anggota tim itu tidak saling dukung.

Oleh karena itu, ungkapan “Kamu menentukan standar setinggi apa timmu bisa mendaki” sebenarnya bukan pernyataan faktual, malainkan pernyataan yang mengandung imbuan moral personal. Imperatif moral itu kira-kira artinya begini: “Karena bagaimanapun kamu berpengaruh terhadap tim, kalau kamu ingin menciptakan tim yang hebat mulailah dengan dirimu sendiri dengan berpikir, bersikap, dan berperilaku benar demi cita-cita bersama. Jadilah bagian dari solusi dan bukannya menambah-nambah masalah dengan bikin ulah, yang cuma bikin semangat orang lain patah!”

Oleh karena itu, menggambarkan kekuatan tim sebagaimana kekuatan rantai, dan menyatakan kekuatan rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah mengandung bias yang tak ramah terhadap si lemah. Padahal persoalan utamanya bukan kuat lemahnya para anggota, melainkan bagaimana orang-orang di dalam tim itu bekerjasama secara sinergis. Selain itu, metafor rantai itu menciptakan ilusi bahwa kekuatan tim tidak akan pernah melebihi kekuatan salah satu anggotanya. Padahal kita tahu persis, pengalaman nyata justru menunjukkan sebaliknya.

Dengan demikian, alih-alih menggambarkan tim dengan metafora rantai, lebih baik kita menggambarkannya dengan analogi rombongan gajah. Kekuatan rombangan gajah itu tidak ditentukan oleh gajah yang paling lemah, tetapi oleh sinergi di antara gajah-gajah, baik yang kuat maupun yang lemah, untuk mencapai sasarannya, termasuk untuk melindungi gajah lemah dan menempatkannya di tengah. Dalam gerombolan seperti itu, rombongan singa pun tak berani mendekat untuk mengusik bayi gajah yang lemah.

Kalau tidak suka dengan gajah, silakan mengambil keong, dan ingatlah cerita rakyat yang mengisahkan kehebatan sinergi keong yang dalam lomba lari cepat bisa mengalahkan kancil yang sombong. Dari cerita itu saya tak suka dengan implikasi pembenaran atas kelicikan keong yang bohong, tapi itulah gambaran makluk yang berjalan beringsut itu bisa mengalahkan hewan yang bisa lari kencang melalui sinergi

Lanjut Baca

Motivasi

motivasi dari Oom mario teguh



Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru


Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda

Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan

Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
cv

Lanjut Baca